Caplok Bahu Jalan, Warung di LC Uma Aya Dibongkar Satpol PP Bangli

satpol pp bongkar
Petugas Pol PP dan Damkar Bangli turun bongkar warung di kawasan LC Uma Aya, Senin (6/12/2021). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Petugas dari Satpol PP dan Damkar Bangli turun melakukan pembongkaran warung milik Ni Wayan Anik yang berlokasi di kawasan LC Uma Aya, Kelurahan Bebalang, Kecamatan Bangli, Senin (6/12/201). Pembongkaran dilakukan karena warung berdiri di atas bahu jalan. Kegiatan dipimpin langsung Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP dan Damkar Bangli, Anak Agung Gede Ngurah Buda.

Ditemui di sela-sela kegiatan, Anak Agung Gede  Ngurah Buda  mengatakan pembongkaran dilakukan mengacu Perda Nomor 10 tahun 2018 tentang ketertiban umum.

Bacaan Lainnya

Kata Agung Buda dalam pasal 39 ke-(4) di sebutkan, setiap orang dilarang mendirikan bangunan melewati batas pekarangan, telajakan, trotoar drainase dan bahu jalan. “Berdasarkan hasil kajian Dinas PUPR Perkim warung tersebut berdiri di atas bahu jalan dan berpijak pada aturan harus dibongkar,” ungkapnya.

Lanjut mantan Kepala UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Bangli ini, dalam proses pembongkaran pihaknya telah berkordinasi dengan pemilik dan pemilik warung menyerahkan sepenuhnya pembongkaran kepada petugas.

”Sebelum pembongkaran dibuat berita acara persetujuan pembongkaran bangunan, untuk pembongkaran melibatkan sekitar sepuluh orang petugas,” jelas Kabid asal Puri Kanginan, Kelurahan Kawan, Bangli ini.

Selain melakukan pembongkaran warung, pihaknya juga sempat turun menindaklanjuti laporan yakni ada warga yang menanam rumput gajah di bahu jalan kawasan LC Uma Aya. “Begitu petugas turun ternyata rumput gajah sudah dicabut oleh pemilik,” jelasnya.

Sebut Agung Buda dibawah kepemimpinan Bupati Sang Nyoman Sedana Arta sedang getol-getolnya melakukan penataan wajah Kota Bangli termasuk juga di kawasan LC Uma Aya. Keberadaan warung mengganggu pelaksanaan kegiatan fisik rabat beton bahu jalan di LC Uma Aya yang sedang berjalan. Demikian pula keberadaan tanaman rumput gajah yang ditanam di bahu jalan, selain membuat kesan kumuh juga percepat rusaknya jalan.

”Kami akan terus lakukan pemantauan dan berharap masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan,” harapnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.