Cegah Cluster Baru, Upacara ‘Nangluk Merana’ di Pekutatan Dilaksanakan Terbatas dengan Prokes Ketat

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
upacara nangluk merana
Personel Polsek Pekutatan mengedukasi pemendek agar taat Prokes. (ist)

NEGARA | patrolipost.com – Upacara ‘Nangluk Merana’, usaha niskala berupa persembahyangan memohon kepada Hyang Widhi Wasa agar terhindar dari hama dilaksanakan umat Hindu di Pantai Yeh Kuning Desa Pekutatan Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu (4/12/2021). Di tengah pandemi Covid-19, upacara dilaksanakan sederhana dengan jumlah pemendek terbatas serta menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) yang ketat.

“Upacara Nangluk Merana di wilayah hukum Polsek Pekutatan tetap digelar tahun ini, namun umat yang mengikuti upacara tersebut dibatasi oleh tokoh adat karena masih dalam situasi pandemi Covid-19 guna menghindari munculnya cluster baru,” ujar Aiptu IB Japa Mantra, Bhabinkamtibmas Desa Pekutatan seizin Kapolsek Pekutatan Kompol I Nyoman Susila SH, Sabtu (4/12/2021).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan IB Japa Mantra, berkoordinasi dengan tokoh adat, pihak Kepolisian melakukan pengamanan, pemantauan serta edukasi kepada warga agar taat Prokes selama upacara berlangsung. Jumlah pemendek dibatasi sesuai koordinasi dan imbauan dari tokoh adat setempat.

“Jumlah pemendek lebih sedikit dibandingkan sebelum pandemi Covid-19. Ini dikarenakan sudah dibatasi oleh tokoh adat setempat,” ujar IB Japa Mantra.

Nangluk Merana merupakan upacara rutin yang dilaksanakan setahun sekali, dengan maksud segala aktivitas warga tidak diganggu oleh hama. Untuk tahun ini disamping berharap hasil pertanian warga tidak diserang hama, sekaligus memohon kepada Hyang Widhi Wasa agar pandemi Covid-19 segera berakhir.

Terpisah, Kapolsek Pekutatan Kompol I Nyoman Susila SH menjelaskan, personel Polsek Pekutatan diturunkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat guna kelancaran kegiatan keagamaan Nangluk Merana. Jajaran Polsek Pekutatan berkewajiban memastikan upacara berjalan aman dengan menerapkan Prokes sehingga tidak muncul kluster baru Covid-19, apalagi saat ini sudah ada varian baru Omicron yang lebih mudah menular.

Sementara itu upacara yang sama juga berlangsung di Pantai Mandewi Desa Mandemi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana. Kegiatan ini juga mendapat pengamanan dari personel Polsek Pekutatan serta Bhabinkamtibmas Desa Mengwi Aiptu Dewa Nyoman Sutama bahu membahu dengan pecalang desa adat.

“Astungkara, upacara berjalan lancar dan aman. Pemendek melaksanakan persembahyangan dengan menerapkan Prokes yang ketat,” ujar Dewa Nyoman Sutama. (zar)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *