Bupati Suwirta: 216 Orang di Klungkung Tertular HIV / AIDS

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
aids 1111
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta mengadiri acara peringatan Hari AIDS Sedunia 2021 di depan Monumen Puputan Klungkung, Rabu (1/12/2021). (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta menyatakan rasa prihatinnya karena sebanyak 216 orang di Klungkung terdata menderita odha (HIV / AIDS).

Pesan itu disampaikan melalui peringatan Hari AIDS Sedunia dan mengajak seluruh warga melakukan langkah puputan untuk melawan HIV / AIDS. Banyak warga yang terinfeksi menutup diri dan menyembunyikan identitasnya. Pemerintah juga sudah membuka diri dengan berbagai upaya untuk melalukan pencegahan dan penanggulangan.

“Melalui peringatan ini, mengingatkan kita bagaimana caranya mencegah dan muncul kesadaran bagi masyarakat untuk lebih peduli tentang kesehatan terutama tentang pencegahan HIV AIDS serta mengingatkan generasi kita jangan sampai terjangkit penyakit ini. Penyakit menular yang bisa kita cegah dengan membatasi pergaulan dan menjaga pola hidup,” ujar Bupati Suwirta.

Pernyataan Bupati Suwirta ini disampaikan pada acara memperingati Hari AIDS Sedunia 2021 yang digelar di depan Monumen Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung Rabu (1/12/2021) . Peringatan dimaksudkan untuk pembelajaran bagi warga untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian HIV AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS).

Turut hadir Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, Ketua DPRD Kabupaten Klungkung, Anak Agung Gde Anom, Sekda Kabupaten Klungkung, I Gede Putu Winastra dan anggota.

Lebih jauh Bupati Suwirta juga mengajak warga dengan Spirit Gema Santi, mencegah penyebaran HIV AIDS dan inovatif mengajak masyarakat untuk diberikan pemahaman penyakit AIDS bisa ditanggulangi, bisa ditangani, dan bisa dicegah dengan mengadakan kegiatan positif, memangkas dan membubarkan tempat-tempat yang menjadi sarang penyebaran AIDS.

“Mari kita berantas sarang-sarang penyebaran AIDS sampai ke pelosok-pelosok dan menutup cafe remang-remang yang mudah untuk mencegah penularan. HIV AIDS merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemangku kepentingan, komunitas, tokoh masyarakat dan masyarakat itu sendiri harus bergerak bersama-sama memutus rantai penularan HIV AIDS dan saling bersinergi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS,” ajak Bupati Suwirta.

Sementara, Kadis Kesehatan Kabupaten Klungkung, dr Made Adi Swapatni mengatakan peringatan hari ini juga dikaitan dengan perayaan Hari Kesehatan Nasional ke 57 di Kabupaten Klungkung dengan tema Akhiri Ketimpangan, Akhiri HIV AIDS. Dirinya juga mengatakan masih adanya stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) menjadi salah satu sebab terhalangnya edukasi masyarakat tentang pentingnya deteksi HIV melalui Konseling dan tes Sukarela (KTS). Sehingga akibatnya di masyarakat kasus HIV AIDS masih tinggi.

“Ada beberapa kendala dalam penangan kasus ini yakni masih ada stigma kepada penderika dan diskriminasi, penyakit ini masih menjadi penomena gunung es karena yang terinfeksi takut dan tidak mau terbuka. Dengan peringatan ini berharap sebagai ajang sosialisasi dan edukasi agar tidak melakukan diskriminasi tidak melakukan stigma kepada mereka,” ujar Made Adi Swapatni

Lebih lanjut dijelaskan perkembangan HIV AIDS setiap tahun ditemukan kasus baru di Klungkung, rata-rata 40-50 orang pertahun dari tahun 2017-2021 data kasus HIVAID 2160 orang dan 11 orang meningal.

“Penanganan HIV/AIDS di Klungkung terus melakukan sosialisasi dan bekerjasama dengan KPA , yayasan dan pihak swasta dan menetapkan RSUD Klungkung sebagai Rumah Sakit pengampu dan Puskesmas di wilayah Nusa Penida sebagai pukesmas satelit untuk mendekatkan pengobatan kepada mereka dan hari ini diisi dengan memberikan bunga mawar merah dan brosur kepada masyarakat dan memberikan 57 paket sembako kepada para ODHA,” imbuhnya. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *