Menpora: Bali Masih Punya Peluang Jadi Pabrik Atlet di Program DBON

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
menpora
Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali. (maha)

DENPASAR | patrolipost.com – Provinsi Bali tidak masuk dalam sentra Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Provinsi tetangga Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi satu wilayah yang jadi pengembangan ‘pabrik’ atlet olahraga Tanah Air bersama 9 provinsi lain di Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menjelaskan, peluang Bali masih terbuka untuk pengembangan yang dirancang Kemenpora. Hanya saja, di tahap awal ini pihaknya memfokuskan untuk 10 provinsi.

Bacaan Lainnya

“Tapi nanti, kita berharap, kalau kemampuan kita sudah keluar, dari 10 sentra itu kita akan kembangkan semua dan sekarang ini kita mengawali dulu,” kata Zainudin di Sanur, Bali (1/21/2021).

Menpora hadir di Bali menyosialisasikan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang diselenggarakan bekerjasama dengan PWI Pusat dan Siwo PWI Bali selama 2 hari (30 November – 1 Desember 2021). Kemenpora menggandeng PWI agar DBON digaungkan sehingga mendapat dukungan luas masyarakat.

DBON yang dipayungi Perpres Nomer 86 tahun 2021 mengakomodir 12 cabor unggulan plus 2 cabor untuk mencetak atlet berprestasi masa depan. Penetapan cabor 12+2 itu sesuai dengan nomor unggulan di Olimpiade yakni, bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, karate, taekwondo, balap sepeda, atletik, renang, dayung, dan senam artistik.

Sementara, 2 yang dipersiapkan yakni, pencak silat dan wushu. Dua cabor ini, kata Zainudin punya potensi besar mencetak atlet berprestasi.

“Kalau cabor sekarang ada 12+2. Di dalam DBON sendiri kalau tidak berprestasi maka bukan tidak mungkin akan digantikan oleh cabor yang masih ada di luar, tapi untuk sekarang yang penting kita bisa jalan dulu,” tambah Zainudin.

Untuk saat ini, Bali memang belum masuk dalam sentra pembinaan talenta-talenta muda atlet berprestasi. Namun, Bali dan NTT masuk di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Menurut Zainudin Amali, program baru unggulan Kemenpora ini, dapat tersosialisasi dengan baik di masyarakat. Pihaknya memberikan apresiasi kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang memberikan dukungan sosialisasi melalui pemberitaan.

“Sesuai dengan target dan temen-temen PWI pusat bersedia menyosialisasikan, bahkan kita sudah jalan sebelum Perpres terbit, Pak Atal (Ketua PWI Pusat, red) terima kasih, ini sudah jadi pekerjaan kita, olahraga bukan hanya urusan Menpora tapi semua elemen masyarakat,” kata Zainudin. (pp03)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *