Astaga! Dosen Unsri Diduga Cabuli Mahasiswi Saat Minta Tanda Tangan

unsri 66666
Universitas Sriwijaya. (ist)

PALEMBANG | patrolipost.com – Seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum dosennya akhirnya melapor ke Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel). Korban diduga dicabuli saat meminta tanda tangan kelulusan.

Kepala Subdit 4 Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Komisaris Masnoni mengkonfirmasi adanya laporan dari si mahasiswi berinisial DR.

“Sesuai keterangan dari korban yang kami terima, ia dilecehkan secara fisik,” kata dia di Palembang seperti dilansir Antara, Rabu (1/12/2021).

Masnoni mengungkapkan korban mengaku dilecehkan saat menghadap oknum dosen di ruangannya beberapa bulan lalu. Korban, yang telah menyelesaikan skripsinya, datang menghadap untuk meminta tanda tangan dari oknum dosen tersebut sebagai syarat tanda kelulusan masa studinya.

“Dia (korban) itu sudah selesai skripsi, tinggal minta tanda tangan pengajuan kelulusan. Ya di situ kejadiannya dimanfaatkan,” ujarnya.

Selain korban DR tersebut, Masnoni membenarkan ada dua orang mahasiswi lain yang menjadi korban pelecehan seksual dari oknum dosen di kampusnya.

Namun pelecehan yang mereka alami itu tidak secara fisik, melainkan melalui aplikasi pesan WhatsApp.

“Total ada tiga korban, tapi sementara ini baru ada satu LP (laporan polisi). Dua korban lainnya mengalami pelecehan tidak secara fisik, tapi dari saluran telepon,” ujarnya.

Kendati demikian, dia memastikan polisi bakal menindaklanjuti pelaporan korban tersebut dengan memanggil sejumlah saksi.

Setelah keterangan dianggap lengkap, polisi bakal melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), bahkan melakukan pemanggilan terhadap oknum dosen selaku terlapor, sehingga kasus dugaan ini dapat terselesaikan.

“Akan kami kembangkan sehingga kasus ini menjadi jelas. Bila ada unsur pidana, tentu ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (305/dtc)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.