Kematian Akibat Covid-19 Cukup Tinggi, Bumil Usia di Atas 13 Minggu Diimbau Segera Vaksinasi

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
kabid yankes1
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr AA Sagung Mas Dwipayani. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Guna meminimalisasi kematian ibu hamil (Bumil) dengan usia kandungan di atas 13 Minggu diimbau agar segera melakukan vaksinasi Covid-19. Mengingat sampai saat ini kematian Bumil akibat Covid-19 cukup tinggi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr AA Sagung Mas Dwipayani mengatakan, semua petugas kesehatan termasuk Tim Penggerak PKK Provinsi Bali diharapkan lebih gencar melakukan tugas memberikan penyuluhan ke lapangan. Terutama saat ini Covid-19 selalu menjadi salah satu sumber kematian bagi Bumil.

“Kematian Bumil yang cukup tinggi itu harus segera diantisipasi, agar tidak terus meningkat. Saya berpesan agar Bumil dengan usia kandungan di atas 13 Minggu segera  melakukan vaksinasi Covid-19,” ujar dr Sagung.

Selain itu, pembuktian Bumil dalam mengikuti vaksinasi Covid-19 di Indonesia adalah penghormatan tertinggi. Dimana Bumil yang mau melakukan vaksinasi ini, telah berupaya menyelamatkan generasi Indonesia dari kematian. Untuk itu, Bumil diharapkan secara rutin memeriksakan kandungannya.

“Saya sangat salut dengan ibu-ibu di pedesaan yang sangat rutin melakukan kunjungan ke Posyandu serta mengikuti kegiatan vaksin secara sukarela,” terangnya.

Sementara Pokja Infeksi Saluran Reproduksi (ISR) PP POGI Bali, dr I Wayan Artana Putra mengungkapkan, Bumil adalah kelompok yang rentan terinfeksi. Mulai dari adanya perubahan hormonal dan perubahan kehamilan ini dapat menyebabkan terjadinya inflamasi.

Pihaknya juga menuturkan terdapat banyak dokter kandungan yang meninggal akibat Covid-19, hal ini karena secara teknis proses kehamilan dan risiko Bumil terserang Covid-19. Dengan adanya strategi dari pemerintah dan Nakes dalam memutus rantai Covid-19 yakni melalui vaksinasi.

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, vaksinasi memang tidak mencegah terjadinya infeksi Covid-19, akan tetapi vaksinasi ini dapat menurunkan gejala Covid-19.

“Sehingga mereka yang terinfeksi Covid-19 bisa diobati dan diselamatkan,” tegasnya. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *