Heboh! Bus Pemkab Bangkalan Diduga Bawa PSK, ”Diturunkan Begitu Saja Tanpa Bayar”

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
bus 22222
Video bus berplat merah milik Pemkab Bangkalan, Madura menggegerkan karena diduga digunakan mengangkut tiga orang pekerja seks komersial. (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Bus berpelat merah milik Pemkab Bangkalan , Madura mendadak viral di media sosial. Pasalnya, diduga digunakan mengangkut tiga orang pekerja seks komersial (PSK).

Ironisnya, empat kru bus tersebut diketahui merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai honorer Pemkab Bangkalan sendiri. Aktivitas bus milik Pemkab yang diduga bukan peruntukannya itu pun sempat terekam kamera dan videonya kini viral di media sosial.

Video ini viral sejak dua hari lalu dan menghebohkan warga Bangkalan, Madura. Dalam video berdurasi satu menit tersebut seorang perempuan yang merekam momen ini menjelaskan, dia bersama dua orang wanita temannya sesama PSK, diturunkan begitu saja oleh kru bus tanpa menerima bayaran.

Dari video terlihat jelas logo Pemkab Bangkalan serta plat nomor busnya yakni M 7032 GP.

Usai viral, Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (Dirut BUMD) PT Sumberdaya Bangkalan, Fauzan Djakfar membenarkan bahwa bus yang ada di video ini adalah salah satu armada bus di bawah naungannya.

Fauzan menjelaskan, dua armada busnya memang dipinjam oleh rombongan mahasiswa salah satu kampus di Bangkalan, hari Minggu (21/11/2021), yakni untuk kegiatan kemahasiswaan di Kawasan Wisata Trawas, Mojokerto – Jawa Timur.

Dari hasil investigasi sementara, memang ada satu bus yang keluar malam hari dari lokasi kegiatan usai mengantar rombongan mahasiswa tersebut dan baru kembali Senin sore (22/11/2021) ke esokan harinya.

“Ada empat orang kru bus di dalamnya saat kejadian yakni satu orang berstatus ASN dan tiga orang lainnya berstatus pegawai honorer daerah,” bebernya.

Namun, Fauzan belum bisa memastikan apakah kejadiannya benar seperti yang digambarkan dalam narasi video tersebut pihaknya masih akan melakukan investigasi internal.

“Jikapun benar, kami menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak Inspektorat Bangkalan untuk menindaklanjutinya,” tandasnya. (305/snc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *