Bocah Panti Diperkosa, Dianiaya Lalu Diviralkan

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
korban 4444
Lima pelaku penyiksaan sempat mengajak foto bersama korban (belakang, dua dari kanan) yang wajahnya berlumuran darah. (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Malang nian nasib gadis remaja berinisial EN (13). Usai diduga diperkosa YG (18), dia disiksa oleh sejumlah remaja putri atau anak baru gede (ABG) berinisial A, R, A, D, Y, A, dan A. Selanjutnya aksi penyiksaan terhadap bocah salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing, Malang, Jawa Timur, Kamis sore (18/11) itu diunggah di video hingga menjadi viral.

Dalam video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut, para penyiksa seperti tidak punya hati. Bahkan aksinya melebihi hewan. Bocah yang masih duduk di kelas 6 SD swasta tersebut jadi samsak hidup. Bocah yang masih lugu itu dipukul ramai-ramai, ditendang kepalanya hingga berdarah-darah. Sesekali sandal pelaku mampir di wajah dan kepala korban. Darah bercucuran melumuri wajah korban. Bukannya rasa iba dari para pelaku bar-bar itu, mereka justru tertawa-tawa. Lebih miris lagi, mereka tanpa ada belas kasihan meminta korban untuk foto bareng dengan kondisi wajah masih bengap berlumuran darah. Foto tersebut juga diunggah di media sosial oleh para pelaku.

Kuasa Hukum EN, Leo Permana SH MHum pada Senin siang (22/11) mengatakan, awal dari kasus memilukan ini berawal saat EN pergi ke rumah teman perempuannya, D, pukul 10.00.

“Lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya di panti asuhan,” ujar Leo. Sesaat tiba di rumah D, EN menerima pesan WhatsApp dari YG, seorang pria beristri.

Sebelumnya EN tidak kenal dengan YG. Belum terungkap dari mana YG tahu nomor EN. YG mengajak ketemuan di pertigaan Plaosan. Entah kenapa EN bersedia saja diajak ketemuan. (305/jpc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *