BNN, KPK dan BNPT Gelar Diskusi Panel di Bali

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
diskusi bnn
Kepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mendampingi Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar saat memberikan keterangan. (ray)

DENPASAR | patrolipost.com – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Petrus Reinhard Golose bersama Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komjen Firli Bahuri dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Boy Rafli Amar menggelar pertemuan selama empat hari di Bali. Sejumlah kegiatan di Bali dilaksanakan Kepala BNN bersama Kepala BNPT dan Ketua KPK seperti podcast, diskusi panel, dan penandatangan MoU.

Diskusi panel dilaksanakan di Gedung PRG Polda Bali, Rabu (24/11/2021). Tema yang diangkat ‘Bersinergi Bersama Berantas Narkoba, Korupsi dan Terorisme untuk Pembangunan SDM Unggul di Era VUCA’.

Bacaan Lainnya

“Kegiatan rencana dihadiri Gubernur Bali bersama Wali Kota dan Bupati Se-Bali,” kata┬áKepala Biro Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono mendampingi Kepala BNNP Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar kepada awak media, Senin (22/11/2021) malam.

Dikatakan Hartono, penandatanganan MoU antara BNN dengan Australian Federal Police (AFP) yang rencana digelar di Nusa Dua, Kamis (25/11/2021). “Nanti ada juga kegiatan bertema ‘Drugs Free Exhibition Day’ di Gedung Alaya Lumintang, Denpasar,” jelasnya.

Terlepas dari agenda pertemuan tersebut, Hartono menyebut Bali sebagai magnet pariwisata mulai menunjukkan geliatnya selama dua pekan terakhir. “Tadi (kemarin) saya naik pesawat, penumpangnya penuh. Rombongan kami pun beda maskapai. Ini artinya Bali kembali ke ritme semula. Mudah-mudahan perekonomian di Bali bisa pulih kembali setelah dua tahun anjlok karena pandemi Covid-19,” katanya.

Ramainya kunjungan wisatawan tentunya berpotensi terhadap datangnya narkoba. Ia berharap semua komponen masyarakat membantu tugas BNN memerangi narkoba.

Kepala BNNP Bali Gde Sugianyar Dwi Putra menambahkan, pihaknya terus berupaya menanggulangi bahaya narkoba melalui soft power, hard power, dan smart power approach. Melalui soft dan smart power diharapkan bisa menekan penyalahgunaan narkoba karena Lapas megalami over kapasitas yang sebagian besar narapidana tersangkut kasus narkoba.

“Narkoba tidak mengenal golongan dan kasta, sehingga kami terus melakukan pendekatan dengan masyarakat termasuk menggandeng influencer,” tandasnya. (007)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *