BOR Covid-19 Buleleng 0 Persen, Satgas Minta Warga Jangan Abaikan Prokes

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
objek wisata buleleng
Salah satu pintu masuk objek wsiata di Kabupaten Buleleng sudah dilengkapi fasilitas Prokes. (ist)

SINGARAJA | patrolipost.com – Hasil menggembirakan dicapai Satgas Covid-19 Buleleng dalam mengendalikan penyebaran virus. Per Sabtu (20/11/2021) angka keterisian kamar rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR) sudah di angka 0 persen.

Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Ketut Suwarmawan SSTP MM dalam rilis update perkembangan kasus Covid-19, Sabtu (20/11/2021) menjelaskan, hasil menggebirakan itu berkat sinergitas  Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng dengan masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Kesadaran masyarakat dalam mematuhi Protokol Kesehatan Covid-19 dan pelaksanaan vaksinasi merupakan salah satu hal yang menjadi kunci penurunan isian BOR di rumah sakit,” ujar Suwarmawan yang juga selaku Kadis Kominfosanti Buleleng ini.

Sementara itu, terkait data harian penanganan Covid-19 di Kabupaten Buleleng, hari ini terdapat 1 orang sembuh yang berasal dari Kecamatan Busungbiu, dan konfirmasi baru tidak ada penambahan atau nihil.

Sampai hari ini secara kumulatif kasus konfirmasi positif Covid-19 di Buleleng sebanyak 10.451 orang, dengan rincian; sembuh menjadi 9.911 orang, meninggal 537 orang, dan sedang dalam perawatan sebanyak 3 orang.

Ketut Suwarmawan mengatakan, salah satu potensi penyebaran Covid-19  ada pada sektor pelaku usaha seperti restoran dan tempat wisata. Oleh karena itu, pihaknya selalu mengimbau kepada pengusaha restoran dan tempat wisata untuk senantiasa menerapkan Prokes yang ketat.

“Patuhi aturan kapasitas tempat wisata dan usaha, menertibkan kerumunan, serta selalu menerapkan Prokes kepada pengunjung adalah salah satu cara dalam mencegah penularan Covid-19. Semoga dengan kesadaran dan taat Prokes, pandemi segera berlalu dan perekonomian cepat pulih kembali,” harapnya.

Lebih lanjut Kadis Suwarmawan menerangkan di negara Jerman kasus harian mencapai 50 ribu, sedangkan negara Belanda alami kenaikan kasus 2 kali lipat ketika aturan jaga jarak dihapus dan kabupaten/kota Jawa-Bali alami kenaikan kasus hingga 29 persen.

“Kita patut bersyukur perkembangan kasus di Kabupaten Buleleng sangat landai, bahkan hari ini tidak ada yang terkonfirmasi maupun yang meninggal. Namun ingat, jangan pernah abai menjalankan Prokes 3M dan segera vaksinasi bagi yang belum,” pintanya. (*/zar)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *