Korban Bertambah! Dukun di Magelang Racun Pasien Hingga Tewas

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
dukun 44444
Polres Magelang jumpa pers kasus pedagang sayur tewas diracun dukun. (ist)

MAGELANG | patrolipost.com – Polres Magelang mengungkap ada korban lain yang tewas diracun oleh dukun berinisial IS (57). Motifnya sama, tersangka ingin menguasai uang milik korban.

Kasat Reskrim Polres Magelang, Jawa Tengah, AKP M Alfan mengatakan korban tersebut inisial S (63).

“Iya (bertambah korban). Korban warga Moyudan, Sleman, tapi aslinya Sukomakmur, Kajoran (Magelang),” kata Alfan, Sabtu (20/11/2021).

Fakta baru tersebut terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap IS. Diketahui, IS ditangkap setelah meracuni dua pedagang sayur, L (31) dan W (38), hingga tewas pada Rabu (10/11) lalu.

Alfan melanjutkan, aksi IS meracuni S terjadi pada 4 Desember 2020. Berawal saat korban mendatangi tersangka untuk meminta agar didoakan karena hasil kebun pisangnya di Sleman kerap dicuri. Tersangka lantas menjanjikan bisa membantu korban asalkan dipinjami uang untuk melunasi utang.

“Sekitar tanggal 2 Desember 2020, korban datang sendiri ke rumah tersangka karena tidak boleh ditemani. Ketika itu, korban membawa uang Rp 10 juta untuk dipinjam,” ujarnya.

Hari berikutnya, korban kembali mendatangi rumah tersangka di Kajoran untuk mengambil syarat agar kebun pisangnya tidak dicuri lagi.

“Tanggal 4 Desember, sekitar jam 8 malam, korban ke kebun pisang mau memasang syarat. Yang sebelumnya telah diperintahkan tidak boleh dilihat orang,” kata Alfan.

Saat datang ke kebun tersebut, korban bersama cucunya yang menunggu di pinggir jalan.

“Sampai jam 11 malam, korban tidak keluar, kemudian cucunya masuk ngecek korban sudah tergeletak,” tuturnya.

“Informasi dari pihak keluarga saat itu juga di samping korban ada plastik berisi cairan. Sama seperti kejadian pada 10 November 2021 (yang menimpa L dan W),” ujar Alfan.

Kepada polisi, IS pun mengakui memberi S air yang sudah dicampur dengan potas.

“Air diisi potas juga, kemudian dimasukkan ke plastik bening. Diduga saat berada di kebun pisang itu, korban minum,” katanya.

Alfan menyebut terkait peristiwa itu pihak keluarga korban tidak melapor ke polisi. Saat itu keluarga mengira korban meninggal dengan wajar.

“Informasinya tidak (melapor), karena mikirnya masuk angin duduk. Kemudian dibawa ke rumah sakit dinyatakan meninggal, langsung dimakamkan. Informasi dari keluarga korban seperti itu,” ujarnya. (305/dtc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *