Listrik di Mandalika Tanpa Kedip, di Matim NTT Berkedip-kedip

mandalika
Sirkuit MotorGP Mandalika NTB. (ist)

Oleh: Felix Roby

Bukan membanding-bandingkan, tapi kalau ini disebut perbandingan memang iya. Bukan pula karena iri dengan provinsi tetangga Nusa Tenggara Barat (NTB), tapi hanya karena ada rasa ingin sejajar saja terkait pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Jika sebelumnya listrik di sirkuit Mandalika NTB akan dilayani tanpa kedip (Nyala terus, bukan mati terus lho ya), maka fakta listrik berkedip-kedip dialami warga Kabupaten Manggarai Timur (Matim) Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya jalur Watu Ci’e sampai Desa Compang Weluk.  Memang kedipan listrik tak seindah kedipan mata pujaan hati, eh malah merusak mata.

Seperti terjadi pada Kamis (18/11/2021) sekitar pukul 18.32 Wita, listrik di jalur tersebut berkedip-kedip hampir 1 jam. Satu menit menyala, mati lagi selama 2 menit. Kedipan tersebut nyatanya membawa harapan bagi pengguna untuk tidak beranjak mencari minyak tanah di warung terdekat untuk sarana penerangan cadangan. Penerangan cadangan berupa lentera atau lampu pelita dari kaleng susu dengan sumbu handuk bekas dimasukan ke dalam pipa bekas payung rusak.

Sebelumnya di Desa Nggalak Leleng tiang listrik terseret longsor sehingga sempat ada pengumuman pemadaman listrik semalaman. Ternyata kesiapsiagaan dan kecekatan petugas PLN tuntaskan perbaikan tersebut dalam tempo beberapa jam sehingga sekitar pukul 22.00 WITA, listrik sudah menyala kembali.

Saya mencoba berimajinasi andaikan sirkuit Mandalika di Lombok NTB ada di Matim dan sedang digelar perhelatan balapan bertaraf internasional. Setelah beberapa lap balapan berlangsung, tiba-tiba listrik berkedip-kedip dan Alamak! para pembalap tak ada satupun menggapai garis finish, semuanya finish di rumah sakit. Ini hanya berandai-andai walaupun tetap terasa seram.

Kedipan listrik yang terjadi saat ini merupakan dampak curah hujan tinggi. Tiang listrik didirikan di pinggir jalan sebelum ada proyek pelebaran jalan (yang sampai sekarang jadi produk lumpur bagi pengguna jalan karena belum ada pengerjaan lanjutan).

Saat itu perhitungan jarak dari badan jalan ke tempat berdirinya tiang listrik termasuk jarak aman. Nah, ketika sudah proyek pelebaran jalan jarak tersebut jadi semakin dekat dan menjadi jangkauan longsor saat musim hujan seperti sekarang ini. Hal ini dinilai sebagai salah satu sebab adanya listrik berkedip atau mati total karena saat ditelusuri, ada tiang listrik yang terbawa tanah longsor.

Penyebab lain adalah sambaran kilat dan lain sebagainya yang berpotensi merusak jaringan listrik di Matim. Medan yang cukup sulit dilalui pun membuat pihak PLN membutuhkan waktu sampai di lokasi gangguan jaringan listrik meskipun kesigapan mereka tak diragukan. **

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.