ARW Bersama Bank Indonesia Kucurkan Ribuan Sembako Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Covid-19

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
2021 11 19 06 56 27 477
2021 11 19 06 56 27 477

Penyerahan bantuan sembako Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Bali I Gusti Agung Rai Wirajaya (ARW)  kembali menyalurkan bantuan paket sembako lewat Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) sebanyak total 2.500 paket untuk sejumlah kelompok masyarakat penerima dari berbagai kabupaten/kota di Bali terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan  diserahkan Rai Wirajaya bersama Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI)  Provinsi Bali Trisno Nugroho secara simbolis di Jro Anyar Taman Prenem, Peguyangan, Denpasar, Kamis (18/11/2021) kepada beberapa perwakilan kelompok masyarakat.

“Kegiatan hari ini rutinitas seperti sebelumnya karena kebetulan masih ada yang kita lihat masyarakat yang membutuhkan sembako. Sampai saat ini pun masih banyak yang antre, daftar yang masih membutuhkan bantuan sembako karena masyarakat banyak yang belum bisa bekerja secara normal akibat masih merebaknya pandemi Covid-19,” ungkap Rai Wirajaya.

Penyerahan paket sembako PSBI ini sebagai tindak lanjut dari direalisasikannya Proposal Permohonan Bantuan Penanganan Covid-19 dari Yayasan Adista Raharja Widyanata oleh Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI). Total sembako yang diserahkan sebanyak 2.500 paket dan tersebar di Kota Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Klungkung dan Karangasem. Mengingat adanya pandemic Covid-19 dan adanya aturan PPKM maka hari dilaksanakan penyerahan secara simbolis sebanyak 1.000 paket kepada lembaga/pokmas dan sisanya disalurkan secara door to door.

Para penerima bantuan sembako yang perwakilannya hadir langsung diantaranya Yayasan Adista Raharja Widyanata (150 paket), Pengempon Pura Penataran Agung Kawitan Satria l Dewa Kandel Gianyar (150 paket), Shooting Club Rimba Bali – Tabanan (100 paket),  Desa Adat Getasan – Badung (100 paket), Desa Adat Sangeh – Badung (100 paket), Pasikian Yowana Bali – Kota Denpasar (100 paket),  LINMAS Kelurahan Peguyangan – Denpasar (35 paket) Kelurahan Peguyangan – Denpasar (74 paket) Kelompok Ulam Utama – Denpasar (40 paket) dan Pengempon Taman/Beji Peguyangan Kaja – Denpasar (100 paket).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini mengaku lega bisa kembali memenuhi permohonan bantuan sembako dari berbagai kelompok masyarakat yang memang masih membutuhkan bantuan dan uluran tangan untuk bisa bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai ini.

“Banyak yang masih antre, banyak yang mengajukan permohonan bantuan sembako. Tentu tidak bisa kami penuhi sekaligus. Tapi syukur bisa bertahap dan konsisten kami lakukan penyaluran bantuan ini. Hal ini tidak terlepas dari atensi dari mitra kerja kami di Komisi XI, salah satunya dari Bank Indonesia melalui program PSBI kali ini,” ungkap Rai Wirajaya.

Ia mengatakan program bantuan sembako kepada masyarakat ini dipandang penting terus dilakukan mengingat perekonomian Bali belum pulih sepenuhnya, masih minus, dan pariwisata yang menjadi andalan Bali juga belum bisa bangkit.

Anggota DPR RI empat periode ini menambahkan penyerahan paket sembako ini sebagai upaya terus memberikan sumbangsih lewat aksi kemanusiaan menyentuh dan meringankan beban masyarakat yang membutuhkan dan terdampak pandemi Covid-19 serta tetap memberikan harapan dan menyuntikkan semangat kepada masyarakat.

Diharapkan bantuan sembako ini bisa bermanfaat meringankan beban masyarakat, sebab pandemi Covid-19 ini belum benar-benar berakhir.

“Paket sembako ini disalurkan kepada warga agar mereka bisa survive apalagi ekonomi dan pariwisata di Bali belum pulih,” pungkas politisi senior PDI Perjuangan asal Peguyangan, Denpasar ini.

Di sisi lain Rai Wirajaya mengajak masyarakat Bali khususnya juga para pelaku pariwisata untuk tetap bersabar dan semangat dengan kondisi saat ini dimana walaupun border internasional sudah dibuka, namun tidak serta merta membuat wisatawan mancanegara datang ke Bali.

Ia juga mewanti-wanti, patut juga tetap diantisipasi dan diwaspadai risiko penularan Covid-19 dari warga negara negara-negara Eropa yang saat ini beberapa negara memasuki gelombang baru Covid-19 dengan adanya peningkatan kasus baru Covid-19.

“Sekarang musim dingin di Eropa dan ada gelombang baru Covid-19, jangan sampai wisatawan mancanegara membawa gelombang baru virus Covid-19 ke Bali. Di bulan November Desember ini kita harus tetap menjaga situasi kondusif dan agar kasus Covid-19 tetap melandai yakni dengan tetap menjaga protokol kesehatan,” pungkas Rai Wirajaya.

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI)  Provinsi Bali Trisno Nugroho juga mengaku bersyukur bisa kembali menyalurkan bantuan sembako PSBI bersama Rai Wirajaya.

“Pada kesempatan ini, kita akan bersama-sama menyaksikan penyerahan 2.500 paket sembako penanggulangan Covid-19.  Bantuan ini nantinya akan disalurkan kepada warga yang terdampak Covid-19 secara bertahap. Kali ini kami bekerja sama dengan Yayasan Adista Raharja Widyanata Bapak I Gusti Agung Rai Wirajaya selaku Anggota Komisi XI DPR RI. Kami berharap agar bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat bagi seluruh warga yang terdampak Covid-19,” papar Trisno Nugroho.

Dikatakan Pemberlakuan PPKM Darurat dari 1 Juli 2021 sampai dengan 20 Juli 2021 dan berlanjut dengan PPKM Level 4 sampai dengan 13 September 2021 telah menahan kinerja sektor pariwisata dan sektor terkait lainnya. Pemberlakuan PPKM juga mencakup pengetatan persyaratan penerbangan dan penyeberangan pelabuhan sehingga berdampak pada tertundanya beberapa program pemulihan ekonomi Bali seperti program Work From Bali dan rencana pembukaan pariwisata mancanegara.

Hal ini tentu saja berdampak pada pertumbuhan ekonomi Bali. Pada triwulan Ill 2021, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi -4,08% (qtq) dan -2,91% (yoy). Kinerja tersebut merupakan kinerja terendah dibanding provinsi lain di Indonesia. Mengingat karakteristik Provinsi Bali didominasi oleh sektor pariwisata, maka sensivitas perekonomian Bali terhadap kebijakan pengetatan mobilitas cenderung lebih tinggi dibandingkan Provinsi lainnya di Indonesia.

Menyikapi fenomena tersebut, Bank Indonesia melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berperan aktif dalam penanggulangan pandemi Covid-19. Dikatakan sebagai wujud nyata kontribusi Bank Indonesia kepada negeri, Bank Indonesia telah melaksanakan Program Sosial Bank Indonesia yang bertajuk Dedikasi untuk Negeri melalui tiga program, yaitu Peningkatan Ketahanan Ekonomi (PKE) dan UMKM, SDM Unggul, dan Kepedulian Sosial.

Salah satu program penanganan bencana yang sejalan dengan upaya penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia adalah penyaluran paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Selain itu, BI Bali  juga telah memberikan bantuan berupa 500 tabung oksigen beserta isi dan mesin generator oksigen ke rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh wilayah Bali untuk mempercepat penanganan pasien Covid-19 di Bali.

Trisno Nugroho kembali mengajak segenap elemen bersama-sama bersinergi dan bahu membahu menghadapi Covid-19.

“Jika angka Covid-19 terkendali maka akan semakin mempercepat perbaikan perekonomian di Bali. Kesehatan pulih, ekonomi bangkit, menuju Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh,” pungkas Trisno Nugroho. (wie)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *