Pelebon Ida Dukuh Segening, Bale Padma dan Lembu Diarak di Pantai

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
pantai 33333
Peleboh ide Dukuh Segening tampak warga mengarak Padma di seputar Pantai Batumulapan. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Ada yang menarik dari Pelebon Sulinggih Ida Pandita Dukuh Sakha Sentanu Segening dari Geria Batumulapan, Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Rabu (17/11/2021) siang. Dimana Bade padma beserta petulangan lembu putih mengiringi dalam prosesi pelebon. Saat walaka Ida Pandita Dukuh Sakha Sentanu Segening bernama I Wayan Sugiantha.

Hal yang menarik saat pengarakan bade dan lembu di Desa Adat Batumulapan dilaksanakan di pesisir pantai. Kebiasaan Batumulapan yang sudah menjadi budaya ini merupakan potensi atraksi wisata yang menarik hati para penikmat budaya.

Hal ini disampaikan Bendesa Adat Batumulapan I Wayan Suweca saat ditemui di sela-sela kesibukanya menyampaikan pembatasan kegiatan masyarakat dikarenakan pandemi Covid-19 sehingga aktivitas kegiatan masyarakat dibatasi begitu juga kegiatan adat di masyarakat. Kegiatan adat hampir dua tahun tidak bisa dilaksanakan. Saat upacara pelebon ini semua moment kegiatan adat dilaksanakan secara besar.

Menuurut Wayan Suweca upacara pelebon tetap melaksanakan protokol kesehatan diantaranya cuci tangan, hand sanitizer, penggunanaan masker. Masyarakat yang datang tidak hanya dari krama Adat Batumulapan juga undangan yang hadir. Yang sudah-sudah berlangsung setiap penyelenggaraan pelebon/ngaben di wilayah Batumulapan masyarakat banyak yang hadir. Kali ini, kita tidak mengundang fotografer secara terbuka.

Pengarakan bade padma berserta lembu putih diusung masyarakat dari layon menuju perempatan desa kemudian diarak menyisiri pantai. Euforia gamelan baleganjur menggelorakan pengusung atraksi semakin menarik dari pinggiran pantai warga bersorak-sorak. Meski keadaan laut sedikit pasang semangat tetap krama mengusung bade tersebut. Kedalaman mencapai pinggang orang dewasa semua pengusung maupun sekaha baleganjur bersaharia.

“Daya tariknya di sini, moment yang ditunggu-tunggu masyarakat lebih lagi kegiatan seperti pelebon maupun kegiatan ritual “ budaya “ sekala besar baru kali ini dilakukan semenjak pandemi berlangsung hampir dua tahun, “ ujarnya.

Pelebon Ida Pandita Dukuh Sakha Sentanu Segening dipuput oleh Nabe Ida Pandita Dukuh Nabe Acharya Dhaksa,Ida Pandita Dukuh Celagi Dhaksa Dharma Kirti dan Ida Pandita Mpu Jaya Dhaksa Samyoga.

“Ida Sulinggih lebar tanggal 14 lalu pukul 03.14 dan kemarin puncak pelebon, “ ujar anak Ida Sulinggih I Kadek Wirantha. Ia masih teringat pesan-pesan beliau mengajarkan kepada anaknya selalu rendah hati, menerima keadaan, selalu berusaha menanam karma baik meskipun kita tidak langsung menerima pahalanya, tapi semoga anak-cucu kita memetik indahnya. Ida Sulinggih saat walaka merupakan guru matematikan di salah satu sekolah dasar di Nusa Penida.

“Tiang masih kecil beliau mengajarkan kedisiplinan yang sangat ketat, seperti sebagian besar orang tua lainnya pada zaman tersebut, namun tugas dan tanggung jawab sangat beliau tekankan pada anak-anaknya. Sehingga dari kecil saya dan kakak sudah berbagi tugas di rumah, hingga saat dewasa saya pun mengerti maksud dan tujuan beliau sangat mempengaruhi karakter saya dalam arti positif, “ tutur Wirantha. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *