World Prematurity Day 2021, RSUP Sanglah Berbagi Kasih dengan Orangtua Pasien Bayi Prematur

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
direktur pelayanan
Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Dr dr Ketut Ariawati SpA (K) dalam memperingati Hari Prematuritas Sedunia (World Prematurity Day) 2021 di ruang Cempaka RSUP Sanglah. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com –  Memperingati Hari Prematuritas Sedunia (World Prematurity Day) 2021, RSUP Sanglah Denpasar menggelar aksi berbagi kasih serta memberikan dukungan dan motivasi kepada orangtua pasien bayi prematur yang tengah menjalani perawatan di RSUP Sanglah, Rabu (17/11/2021). Perayaan ini menjadi momentum untuk mengingatkan kembali akan pentingnya pemberian ASI eksklusif kepada bayi, khususnya bayi yang lahir prematur.

Hal ini diungkapkan Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang RSUP Sanglah Dr dr Ketut Ariawati SpA (K) dalam sambutan kepada seluruh undangan dan keluarga pasien di ruang Cempaka RSUP Sanglah.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut dikatakannya, peringatan Hari Prematuritas Sedunia merupakan kegiatan yang rutin setiap tahunnya diperingati di seluruh dunia sejak 17 November 2008 lalu.

“Kita peringati Hari Prematuritas Sedunia di ruang tunggu Cempaka RSUP Sanglah ini dengan tujuan untuk meningkatkan perhatian dan kewaspadaan masyarakat terhadap tantangan dan beban yang dihadapi oleh bayi yang lahir prematur,” ujar dr. Ketut Ariawati.

dr Ketut Ariawati mengungkapkan bahwa memiliki bayi prematur juga menimbulkan kesedihan tersendiri bagi pihak keluarga bayi tersebut. Sehingga pihak RSUP Sanglah berupaya memberikan dorongan dan motivasi agar keluarga dari bayi prematur diberikan semangat dan pantang menyerah dalam menjalani perawatan.

“Kita doakan agar perawatan dapat berjalan dengan baik. Sehingga bayi prematur dapat tumbuh menjadi anak yang sehat,” terangnya.

Pihaknya juga mengajak secara bersama-sama untuk berbenah dan membangun RSUP Sanglah ke arah yang lebih baik. Terutama demi memberikan pelayanan kesehatan yang optimal.

Selanjutnya, dr Ketut Ariawati menambahkan kelahiran prematur adalah penyebab utama kematian pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Menurutnya, bayi yang lahir terlalu dini dapat memiliki lebih banyak masalah kesehatan daripada bayi yang lahir tepat pada waktunya. Adapun beberapa masalah  yang tidak dapat dipungkiri dapat mempengaruhi kesehatan bayi prematur yakni kesehatan otak, paru-paru, pendengaran, dan penglihatan.

Namun dengan adanya pengobatan yang makin modern dan teknologi canggih, kini masalah bayi prematur bukan menjadi hal yang buruk. Hal ini lantaran bayi prematur bisa tumbuh dengan baik, jika mendapat perawatan yang tepat.

“Bahkan di beberapa kasus bayi prematur dengan perawatan yang tepat, tidak menutup kemungkinan mempengaruhi si bayi bertumbuh menjadi anak yang lebih cerdas. Ini karena perkembangan otak bayi yang mendapat perawatan tepat maka tumbuhnya lebih baik,” terangnya.

Selain itu, Ariawati menegaskan Hari Prematuritas Sedunia ini merupakan momen penting untuk mengingatkan kembali akan pemberian ASI eksklusif pada bayi terutama bayi yang lahir prematur.

Pihaknya berharap akan peran ibu dalam mendukung pemberian ASI sejak bayi prematur lahir sampai bayi bisa menyusui langsung pada ibunya.

“Para ibu disarankan meneruskan pemberian ASI secara eksklusif, untuk mencapai tumbuh kembang bayi prematur yang optimal,” tutupnya. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *