Siswa SMPN Kuta Dihipnotis dan Diculik Ternyata Laporan Palsu

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
laporan palsu
I Putu DPP bersama orangtuanya saat menyampaikan permohonan maaf di Mapolsek Kuta. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Publik sempat heboh atas pengakuan seorang siswa SMP Negeri 1 Kuta bahwa dirinya dihipnotis dan diculik. Laporan yang dibuat remaja berinisial I Putu DPP (13) ini di Mapolsek Kuta, ternyata palsu.

Kapolsek Kuta Kompol Orpa SM Takalapeta menjelaskan, terkait kasus dugaan penculikan yang dialami oleh seorang siswa SMP di Kuta adalah hoax. Terungkapnya laporan penculikan itu palsu lantaran hasil penyelidikan tidak ditemukan adanya penculikan.

Bacaan Lainnya

“Terkait kasus penculikan yang terjadi di Kuta adalah hoax. Setelah menerima laporan itu, anggota kami melakukan penyelidikan tidak ditemukan adanya penculikan,” ungkapnya.

Terkait laporan palsu yang dibuat oleh siswa SMP kelas satu itu, Orpa mengatakan tidak akan diproses pidana mengingat ia masih di bawah umur. “Kami belum tau motifnya apa, sehingga ia membuat laporan palsu mengarang cerita bahwa ia diculik. Laporan palsunya tidak kita proses pidana, karena masih di bawah umur sehingga akan kita lakukan pembinaan,” kata mantan Kapolsek KP3 Udara Bandara Ngurah Rai ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, I Putu DPP dikabarkan diduga dihipnotis dan nyaris diculik usai pulang sekolah pada Jumat (5/11) lalu. Ia dijemput orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor. Beruntung, aksi pelaku gagal karena siswa yang bersangkutan sadar dan langsung melarikan diri.

Saat itu pelajar kelas satu SMP itu baru tiba di rumahnya di seputaran Jalan Raya Kuta. Namun saat hendak masuk ke rumah, seorang pengendara sepeda motor yang tidak dikenal diduga langsung menghipnotisnya. Walhasil, siswa tersebut menuruti semua perkataan pria itu dan naik motor terduga pelaku.

“Pria tersebut langsung membawanya menggunakan sepeda motor. Ya, kondisi siswa itu diduga sudah dipengaruhi hipnotis. Makanya langsung ikut saja,” ungkap seorang sumber di Kuta.

Beruntung saat pelaku membawa siswa itu melaju dengan kecepatan sedang, sehingga membuat pengemudi mobil yang ada di belakangnya membunyikan klakson. Mendengar hal tersebut, siswa itu langsung sadar dan meronta kemudian meminta turun dari motor.

“Kejadiannya itu tidak jauh dari lokasi tempat tinggal siswa itu. Makanya dia langsung turun dan berlari menuju rumahnya. Sementara si pelaku langsung kabur,” terang sumber tersebut. (007)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *