Tanggap Darurat, Khofifah: Evakuasi Warga di Bantaran Sungai

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
batu 10000
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa meminta warga di bantaran sungai agar dievakuasi. (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Banjir bandang di Kota Batu yang terjadi pada Kamis (4/11), menimbulkan korban jiwa dan belasan orang hilang. Selain itu, 17 unit rumah rusak, 28 unit motor dan 3 unit mobil hanyut.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa datang ke Kota Batu. Gubernur bergegas menyambangi Kota Batu usai mendapat kabar perihal bencana tersebut guna memastikan penangannya berjalan dengan baik.

Sejumlah instruksi dikeluarkan Khofifah dalam penanganan banjir bandang tersebut. Keselamatan korban banjir bandang menjadi prioritas utama, sehingga proses pencarian dan penyelamatan, evakuasi harus dipercepat karena berburu dengan waktu.

Selain itu, untuk menjamin ketersediaan konsumsi, pendirian dapur umum disegerakan sebagai pemusatan layanan warga terdampak banjir bandang sehingga terhitung sejak tadi malam (4/11) dapur umum sudah berfungsi.

Instruksi selanjutnya yakni normalisasi berbagai fasilitas umum yang rusak akibat material banjir bandang. Pemprov Jatim bersama Pemerintah Kota Batu, TNI dan Polri serta kementerian PUPR akan melakukan identifikasi terkait rehabilitasi dan rekonstruksi akibat dampak banjir bandang.

Tidak hanya itu, Khofifah juga membawa sejumlah paket bantuan berupa sembako, beras, lauk pauk, terpal, tandon lipat, kompor, selimut, family kit, dan kids ware. Untuk percepatan pembersihan material sampah yang terbawa banjir bandang, Gubernur Khofifah langsung perintahkan BPBD Jatim, Dinas Sumber Daya Air serta PU Cipta Karya, saling koordinasi agar dapat dipenuhi kebutuhan eskavator dan dump truk.

”Semuanya harus gercep bersama-sama untuk memberikan rasa aman dan menjamin keselamatan warga,” ungkap Khofifah, (5/11).

Imbas menimgkatnya curah hujan di Kota Batu berdampak pada meluapnya air Sungai Brantas ke wilayah bantaran yang dilewatinya. Tercatat enam titik terdampak yang tersebar di Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Batu.

Di Kecamatan Bumiaji, Dusun Sambong dan Dusun Beru di Desa Bulukerto, Desa Sumberbrantas, Dusun Gemulo di Desa Punten, dan sekitaran Jalan Raya Dieng Desa Sidomulyo menjadi wilayah terdampak banjir bandang. Sedangkan satu lainnya berada di Jalan Raya Selecta Desa Tulungrejo Kecamatan Batu.

Berdasar data yang dihimpun Perusahaan Umum Jasa Tirta I, hujan pada hari kejadian adalah 80 mm kumulatif yang berlangsung selama 2 jam. Sedangkan di bagian hulu, terjadi hujan lebih deras lagi 100 mm dalam kurun waktu yang sama, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB.

”Karena prediksi masih ada hujan susulan, diharapkan agar seluruh hunian di bantaran sungai harus segera dievakuasi. Hal ini bertujuan untuk memberikan keamanan dan keselamatan bagi seluruh hunian di bantaran sungai. Evakuasi adalah yang tengah kita fokuskan pada masa tanggap darurat seperti saat ini,” papar Khofifah.

Di Dusun Sambong, Gubernur Khofifah juga menyaksikan proses evakuasi batang-batang pohon serta lumpur yang terbawa aliran banjir menggunakan ekskavator dan lumpur di sekitaran titik jembatan yang roboh.

Hingga hari ini, Jumat (5/11), evakuasi dan pencarian korban terdampak masih terus dilakukan. Baik dari Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya, BBWS Brantas, Dinas Sosial, BPBD, dan Relawan seluruhnya bekerja sama untuk mengatasi musibah.

Terkait proses rehabilitasi dan rekonstruksi, Khofifah mengatakan, akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Pemkot Batu serta Kementerian PUPR karena wilayah terdampak aliran banjir masih bagian dari aliran anak Sungai Brantas. ”Kita sudah membahas kaitannya rekonstruksi secara permanen maupun darurat. Untuk darurat kita akan menyiapkan bronjong dan sand bag sesuai kebutuhan,” jelas Khofifah.

Sementara itu, mendukung arahan Gubernur Khofifah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Brantas Muhammad Rizal berharap, upaya perbaikan baik dari daerah resapan air maupun hulu hilir Sungai Brantas hingga DAS harus segera ditindaklanjuti.

”Ditambah lagi saat ini sudah banyak daerah resapan air yang terbuka. Sehingga tanah menjadi erosi dan membawa material itu dalam banjir. Tentunya kita tidak ingin ini terjadi di Sungai Brantas. Karena akan jadi bencana yang lebih besar lagi,” terang Muhammad Rizal.

Direktur Perusahaan Umum Jasa Tirta I Raymond Valiant menuturkan, debit air berangsur mengalami penurunan. Namun demikian, masyarakat tetap diminta waspada karena hujan deras masih berpotensi terjadi. Selama intensitas hujan di Kota Batu masih tinggi kemungkinan terjadinya banjir masih bisa terjadi. (305/jpc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *