Ngaku Intel Polda, Pria Ini Rampas Dompet Istri Polisi

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
intel 22222
Tersangka polisi gadungan terpaksa ditembak karena melawan petugas dan berusaha kabur. (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Seorang pria asal Surabaya berinisial AA, mengaku anggota intel Polda Jatim, dia bahkan nekat merampas dompet milik salah seorang istri polisi bahkan mencuri motor salah seorang warga sipil.

Modusnya, tersangka mengaku anggota Intel Polda Jatim dan mengeluarkan pistol untuk menakut-nakuti korban,” kata Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Arman.

Namun saat akan ditangkap polisi, dia berusaha kabur hingga akhirnya peluru menerjang anggota tubuhnya. Dia pun terpaksa dilarikan ke RSUD Dokter Sudarsono, Kota Pasuruan, Selasa malam (2/11/2021).

“Dari hasil penyelidikan, pelaku asal Wonocolo, Surabaya terlibat perampasan dompet berisi uang ratusan ribu dan kartu indentitas penting milik salah satu istri anggota Polresta Pasuruan di wilayah Kota Pasuruan,” kata kapolres.

Selain itu, pelaku juga telah melakukan perampasan motor pengguna jalan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan.

“Caranya, pelaku menghentikan motor korban dan mengeluarkan senjata laras pendek jenis fn. Dia mengaku anggota Polda Jatim,” ujar AKBP Arman.

Saat kasusnya di rilis pada awak media, tersangka mengaku sengaja mengaku intel Polda agar korban takut dan selain itu dirinya juga mengaku cita-citanya ingin menjadi polisi namun gagal.

“Iya ngaku polisi intel Polda Jatim. Saya ingin jadi polisi,” tuturnya di hadapan polisi.

Dari penangkapan ini, petugas mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya satu pistol digunakan untuk melakukan aksinya, satu handphone, dua unit motor hasil kejahatan serta satu unit motor yang digunakan untuk beraksi.

Setelah dilakukan pemeriksaan pistolnya adalah korek api. “Pelaku ini mengaku sebagi intel Polda Jatim,” kata kapolres.

Tak hanya menangkap intel gadungan ini, polisi juga menangkap 3 tersangka lain, seperti jambret dan curanmor.

“Kini diamankan di sel Mapolresta setempat, mereka dijerat pasal sesuai perbuatannya masing- masing pencurian dan kekerasan minimal 5 tahun penjara,” tandasnya. (305/snc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *