Proyek PPI Karangdadi Kusamba Senilai Rp 18 Miliar Hancur

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
bangunan 44444
Kondisi bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) senilai Rp 18 miliar kini hancur lebur. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Ombak besar yang menerjang pesisir Pantai Karangdadi dalam beberapa pekan terakhir, menyebabkan bangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Klungkung semakin hancur. Saat ini bangunan tower sudah roboh diterjang ombak, sehingga proyek senilai Rp 18 miliar itu hanya tinggal sisa gedung tertimbun pasir dan gapura yang nyaris roboh.

Kondisi ombak di Pantai Karangdadi, Kusamba masih cukup tinggi, Selasa (2/11). Pasir pantai yang tergerus ombak masih tampak jelas di sisi timur gapura proyek PPI. Sementara menara yang sebelumnya sudah dalam kondisi mereng, saat ini sudah tidak tampak lagi.

Bangunan itu hilang di terjang ombak, menyusul bangunan lainnya seperti gedung pendaratan ikan, toilet, sampai break water yang terlebih dahulu hilang diterjang ombak.

“Bangunan itu (menara air) sudah roboh beberapa hari lalu, karena ombak besar,” ungkap warga setempat, Mangku Dharma.

Akibat kondisi itu, proyek yang bernilai Rp18 miliar itu hanya tersisa bangunan padmasana dan bangunan pendingin yang sudah tertimbun pasir. Bahkan bangunan pendingin saat ini hanya tampak atapnya saja. Sementara juga masih berdiri gapura yang juga rawan roboh, karena tembok sisi selatannya sudah hancur diterjang ombak.

” Bangunan lainnya (gapura dan gedung pendingin) hanya tinggal menunggu waktu untuk roboh,” ungkapnya.

Karena permasalahan anggaran dari pusat dan permasalahan teknis, pembangunan terhenti sejak tahun 2012, padahal pembangunan PPI sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp 18 miliuar. Hingga saat ini, bangunan PPI tersebut tidak dilanjutkan dan terkesan terbangkalai tidak terurus. Bahkan sebagian besar hanya tersisa puing, akibat hancur dihantam ombak pesisir Karangdadi.

Proyek PPI di Dusun Karangdadi, Kusamba berdiri di atas lahan 1,2 Hektar dan merupakan proyek pemerintah pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan. Saat perencanaan, proyek ini dianggarkan sebesar Rp 33 miliar dan pertama kali dikerjakan tahun 2005 melaui Dana Alokasi Khusus (DAK) pusat. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *