Prof Suparta: Sumbangsih HKTI Membangun Ekosistem Pertanian Bali

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
2021 11 01 08 00 502021 11 01 08 00 50 555
2021 11 01 08 00 502021 11 01 08 00 50 555

Ketua DPD HKTI Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, MS., MM.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Sejak didirikan tahun 1973, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bercita-cita membangun ekosistem agrikultur end-to-end, sehingga memiliki jejak di setiap hati stakeholders melalui produk dan layanan yang berkualitas serta menyejahterakan semua pihak yang terlibat.

“Kami berharap HKTI dapat membuat mitra, konsumen, hingga masyarakat umum menikmati langsung berbagai manfaat dari pertanian dan petani Indonesia, Bali khususnya,” sebut Ketua DPD HKTI Provinsi Bali, Prof. Dr. Ir. Nyoman Suparta, MS., MM., dari kediamannya di Denpasar, Sabtu (30/10/2021).

Dalam perjalanannya banyak pembelajaran yang dilalui sehingga HKTI jadi terbiasa untuk terus berinovasi demi memberikan layanan terbaik bagi semua stakeholders baik itu petani, user, maupun pemerintah. Sektor pertanian terus bertumbuh meskipun pandemi Covid-19, dan tetap menjadi salah satu penopang besar perekonomian Indonesia. Dukungan pemerintah melalui APBN 2022 di sektor pertanian juga sudah sangat besar untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.

“Tinggal bagaimana kedepannya memanfaatkan platform agritech untuk membantu para petani Go Digital untuk mendistribusikan hasil pertanian lokal ke seluruh Indonesia,” ucap Prof Suparta menggambarkan besarnya peluang pertumbuhan sektor pertanian Indonesia.

HKTI senantiasa terus mengajak dan menjembatani masyarakat, petani, pemerintah serta melakukan advokasi, terlibat dalam peningkatan pertanian Indonesia. Tantangan ke depan banyak hal yang  mesti dilakukan HKTI diantaranya, penyediaan lahan pertanian, ketersediaan air bagi pertanian, pelaksanaan kegiatan, penggunaan teknologi dalam meningkatkan produksi, serapan pasca panen, pengolahan serta ketersediaan SDM di sektor pertanian.

“Inilah bentuk perjuangan HKTI terhadap nasib petani kelak,” tukasnya.

Prof Suparta yang akan menyerahkan tongkat estafet kepemimpinannya melalui Musda VIII DPD HKTI Provinsi Bali, Rabu (3/11/2021), mewanti-wanti, HKTI tidak lagi berbicara tentang program, tetapi bagaimana bisa bersama stakeholders mendorong dan merealisasikan apa yang dicanangkan pemerintah.  Ia juga berharap terjadinya proses demokrasi dalam Muda HKTI.

“Jadi siapapun yang terpilih kelak ia harus betul-betul faham bagaimana HKTI itu, sebagaimana yang diamanatkan ADRT organisasi,” pungkasnya. (wie)

 

 

 

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *