Pilkel Serentak di Buleleng, 13 Calon Incumbent Tumbang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
pilkel serentak
Suasana Pilkel Serentak di Buleleng Minggu (31/10) aparat keamanan dari unsur Brimob sempat diterjunkan untuk memantau keamanan di desa-desa yang dianggap rawan selama pelaksaan Pilkel. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Kontestasi pemilihan perbekel (Pilkel) serentak di Buleleng menyajikan banyak kejutan. Selain incumbent banyak yang tumbang, calon perbekel new comer banyak yang lolos untuk menjadi orang nomor satu di desanya masing-masing.

Menariknya, sejumlah anggota DPRD dari partai tertentu turun gunung untuk membantu para calon perbekel, namun hasilnya tak sesuai harapan. Sementara aparat keamanan dari unsur Brimob sempat diterjunkan di desa-desa yang dianggap rawan, namun hingga usai proses Pilkel tidak ditemukan gangguan yang berpotensi menghambat jalannya Pilkel Serentak.

Bacaan Lainnya

Dari 40 desa di Buleleng yang menyelenggarakan Pilkel, sebanyak 30 calon merupakan incumbent. Hasilnya, 17 diantaranya berhasil duduk kembali menjadi perbekel, 13 orang lainnya rontok akibat tak didukung warganya.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buleleng, total ada 123 calon Perbekel, 117 diantaranya laki-laki dan 6 adalah perempuan. Dari 123 calon, ada 30 adalah incumbent.

Adapun 13 incumbent yang gagal yakni Desa Lokapaksa, Joanyar, Banjarasem, Pengastulan, Gesing, Bongancina, Kayuputih, Banjar Tegeha, Gobleg, Pancasari, Panji Anom, Ambengan, Penuktukan.

Sedangkan 17 incumbent yang lolos yakni dari Desa Tangguwisia, Umeanyar, Ularan, Unggahan, Kaliasem, Tigawasa, Cempaga, Banjar, Tampekan, Selat, Munduk, Baktiseraga, Sawan, Bila, Mengening, Tembok dan Subuk.

Sementara 23 calon lainnya adalah pendatang baru yang terpilih sebagai Perbekel desa, yakni Desa Lokapaksa, Joanyar, Banjarasem, Mayong, Rangdu, Pengastulan, Sulanyah, Bongancina, Pedawa, Banyuseri, Kayuputih, Gesing, Poh Bergong, Banjar Tegeha, Gobleg, Pancasari, Ambengan, Panji Anom, Giri Emas, Depeh, Sambirenteng, Bontihing dan Penuktukan.

Menariknya, dinamika politik selama proses Pilkel berlangsung, sejumlah calon perbekel mendapat dukungan dari anggota DPRD, baik anggota DPRD kabupaten maupun provinsi. Dukungan yang diberikan tidak saja berupa bantuan logistik berupa bansos, namun langsung turun ke desa-desa secara diam-diam ikut mengampanyekan calon yang didukungnya. Situasi itu tak urung memantik suasana panas di beberapa desa akibat dukungan langsung tersebut.

“Atsungkare, saya berhasil lolos berkat dukungan masyarakat yang tulus mendukung saya. Padahal saya tak punya kemampuan meteri yang cukup. Padahal ada calon lain yang didukung anggota Dewan dari partai besar,” ujar Putu Widhyasmita, calon perbekel Desa Pengastulan usai dinyatakan menang dalam hitung cepat, Minggu (31/10/2021).

Ia pun mengaku akan merangkul semua komponen di desanya untuk bersama-sama membangun desanya dari ketertinggalan selama ini. ”Kami akan rangkul semua pihak di desa untuk membawa perubahan buat desa tiang (saya) Desa Pengastulan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Buleleng Jaya Sumpena mengatakan, pelaksanaan Pilkel Serentak telah berjalan dengan sukses aman dan tanpa gangguan. Bahkan, hingga usai penutupan proses penghitungan surat suara tidak ditemukan ada kendala berarti yang dapat menggangu jalannya Pilkel Serentak di Buleleng.

“Kami berharap dari penetapan hingga pelantikan (perbekel terpilih) tidak ditemukan kendala yang menjadi penghambat proses tahapan Pilkel terganggu. Kita tunggu pleno penetapan besok (Senin, 1 November 2021),” tandasnya. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *